𝐏𝐄𝐍𝐂𝐈𝐏𝐓𝐀𝐀𝐍 𝐃𝐔𝐍𝐈𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐀𝐌 𝟔 𝐌𝐀𝐒𝐀

"Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian dia bersemayam di atas Arsy, (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia," 
Surah Al-Furqan ayat 59.
اَلَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِيْ سِتَّةِ ا َيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۚ اَلرَّحْمٰنُ فَسْـَٔلْ بِهٖ خَبِي 
Setelah penciptaan awal alam semesta yang terangkum dalam Big Bang Theory dan sebelum bumi diisi dengan makhluk yang dirangkum pada artikel Penghuni Bumi sebelum Manusia, ada masa ditengah-tengahnya yaitu penciptaan dunia yang terjadi dalam beberapa masa.

Allah sebagai sang Maha Pencipta dalam Al-Quran menjelaskan bahwa langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya diciptakan dalam 6 masa.

Sejalan dengan Al-Quran dan ilmu sains menjelaskan pula bahwa penciptaan dunia terjadi dalam 6 Masa. Keenam masa tersebut adalah :
Azoikum,
Ercheozoikum,
Protovozoikum,
Palaeozoikum,
Mesozoikum, dan
Cenozoikum.

Menurut penelitian para ahli, setiap periode menunjukkan perkembangan serta perubahan secara bertahap, sesuai dengan susunan organisme dengan ukuran dan kadarnya masing-masing (tidak berevolusi).


Tidak hanya 1 ayat saja yang menerangkan bahwa langit dan bumi diciptakan dalam enam masa, di antaranya adalah
Surat Al A'raf[7] ayat 54
Surat Yunus[10] ayat 3
Surah Hud pasal 11 ayat 7
Surat Al Furqan[25] ayat 59
Surat Al Sajdah[32] ayat 4
Surat Qaaf[50] ayat 38
Surat Al Hadid[57] ayat 4
Lebih detail lagi pada ayat Al-Qur'an mengenai penciptaan langit dan bumi juga dijelaskan pada Surat Fussilat[41]: 9-12, sebagai berikut :

"Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagiNya? (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam;

Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.

Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati".

Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” [Al-Qur'an 41: 9-12]


Dalam ayat tersebut menjelaskan tentang 2 penciptaan, yaitu bumi dan langit.

Dimana bumi (tidak termasuk pegunungan) diciptakan dalam 2 masa dan pegunungan yang berdiri kokoh di muka bumi diciptakan dalam 4 masa.

Kemudian langit diciptakan dalam 2 masa. Ayat tersebut menggunakan kata tsumma, terjemahan lebih tepat adalah 'bersamaan dengan itu'. Yang berarti sementara bumi diciptakan bersamaan dengan pegunungan dan hal-hal lainnya dalam 6 masa, bersamaan dengan itu, langit diciptakan dalam 2 masa. Sehingga total penciptaan bumi dan langit adalah 6 masa.

Mari kita kupas 6 masa penciptaan bumi tersebut.
Azoikum = Zaman dimana belum adanya binatang dan makhluk hidup lainnya. Azoikum atau Hadean merupakan eon pertama dalam sejarah bumi dimulai saat proses pembentukan bumi.
Ercheozoikum = Merupakan masa awal pembentukan batuan kerak bumi yang kemudian berkembang menjadi protokontinen. Era ercheozoikum atau arkeozoikum atau yang disebut juga dengan Arkean, berakhir 2500 juta tahun yang lalu. Pada awal Arkean, suhu Bumi sudah cukup dingin. Bentuk kehidupan masa kini tidak dapat hidup di atmosfer Arkean yang miskin oksigen serta memiliki lapisan ozon yang tipis.
Proterozoikum = Merupakan awal terbentuknya hidrosfer dan atmosfer. Proterozoikum berlangsung dari 2,5 miliar hingga 542 juta tahun yang lalu. Bumi telah terbentuk menjadi benua-benua dengan ukuran mutakhir. Perubahan atmosfer yang kaya oksigen juga merupakan perkembangan krusial. Kehidupan berkembang dari prokariota menjadi eukariota dan bentuk multiseluler. Pada masa ini terjadi dua zaman es.
Paleozoikum = Zaman ketika terdapat kehidupan makhluk pertama di bumi. Paleozoikum atau era bentuk kehidupan lampau dimulai dari 542–251 juta tahun yang lalu. Pada era ini, banyak kelompok kehidupan modern muncul. Kehidupan mengkolonisasi daratan, diawali dengan tumbuhan, dan diikuti dengan binatang. Kehidupan perlahan-lahan berevolusi. Pada masa itu, terjadi radiasi adaptif yang membentuk banyak spesies baru, namun juga terjadi kepunahan massal. Ledakan evolusi ini sering kali disebabkan oleh perubahan mendadak pada lingkungan yang terjadi akibat bencana alam seperti aktivitas gunung berapi, tumbukan meteor ataupun perubahan iklim.
Mesozoikum = Masa yang disebut tingkat kehidupan pertengahan. Mesozoikum berlangsung dari 251 juta tahun lalu hingga 66 juta tahun lalu. Pada era ini terjadi peristiwa kepunahan Perm-Trias sehingga 95% spesies di Bumi binasa. Termasuk dalam era ini terjadi peristiwa kepunahan yang membinasakan dinosaurus dari muka Bumi, yang salah satu penyebabnya adalah kombinasi letusan gunung berapi di Trap Siberia, tumbukan asteroid, gasifikasi metana hidrat, fluktuasi permukaan air laut, dan peristiwa anoksik besar. Diperkirakan pula terdapat jenis mamalia yang ada boleh jadi berukuran kecil menyerupai tupai.
Cenozoikum = Masa dimana munculnya manusia berbudaya. Cenozoikum atau kenozoikum dimulai pada 66 juta tahun yang lalu. Pada masa ini mamalia dan burung sudah ada dan bumi mirip dalam bentuk kehidupan modern.


𝐅𝐄𝐍𝐎𝐌𝐄𝐍𝐀 𝐀𝐈𝐑 𝐃𝐈𝐀 𝐖𝐀𝐑𝐍𝐀 & 𝐃𝐔𝐀 𝐑𝐀𝐒𝐀

Selat Gibraltar, mungkin nama ini sudah 
tidak asing di telinga kita. Tapi tahukah bahwa laut di Selat Gibraltar tersebut memiliki dua warna? Dalam al-Quran, laut dua warna itu sudah dijelaskan dalam surah ar-Rahman [55] ayat 19-22,
مَرَجَ الۡبَحۡرَيۡنِ يَلۡتَقِيٰنِۙ‏ ١٩
بَيۡنَهُمَا بَرۡزَخٌ لَّا يَبۡغِيٰنِ​ۚ‏ ٢٠
فَبِاَىِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ‏ ٢١
يَخۡرُجُ مِنۡهُمَا اللُّـؤۡلُـؤُ وَالۡمَرۡجَانُ​ۚ‏ ٢٢
 Dan al-Furqan[25]ayat 53.
۞ وَهُوَ الَّذِيْ مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَّهٰذَا مِلْحٌ اُجَاجٌۚ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَّحِجْرًا مَّحْجُوْرًا

“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing. Maka nikmat Allah yang manakah yang kamu dustakan. Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.” (QS. ar-Rahman [55]: 19-22)

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (QS. al-Furqan [25]: 53)

Jangankan bagi masyarakat awam, kalangan akademisi pun takjub dibuatnya. Sebab, keberadaannya penuh dengan keajaiban. Bagaimana mungkin satu laut ditemukan dua warna yang berbeda? Tapi, itulah faktanya. Setelah dicermati dan dikaji secara saksama keterangan dari quran, para ilmuwan berhasil mengungkapkan keberadaannya, yakni di Selat Gibraltar yang menghubungkan antara Lautan Mediterania dan Samudera Atlantik serta memisahkan Spanyol dan Maroko.

Nama Gibraltar berasal dari bahasa Arab Jabal Thariq yang berarti Gunung Thariq. Nama ini merujuk pada Jenderal Muslim Thariq bin Ziyad yang menaklukkan Spanyol pada tahun 711 M.

Di Selat Gibraltar itu terdapat pertemuan dua jenis laut yang berbeda warna. Seperti ada garis pembatas yang memisahkan keduanya. Satu bagian berwarna biru agak gelap dan pada bagian lain tampak lebih terang. 

𝐅𝐄𝐍𝐎𝐌𝐄𝐍𝐀 𝐀𝐏𝐈 𝐃𝐈 𝐃𝐀𝐒𝐀𝐑 𝐋𝐀𝐔𝐓
Ungkapan Al-Qur’an pada Fenomena Api dalam Air Laut
Fenomena ini telah terungkap dalam al-Qur’an yaitu surah at-Thur ayat 6 yang berbunyi:

وَٱلْبَحْرِ ٱلْمَسْجُورِ

Artinya: ” dan laut yang pada dalam tanahnya ada api. (Qs. ath-Thur [52]: 6)

Dalam tafsir kemenag RI dijelaskan bahwa dalam ayat ini, Allah bersumpah: “Demi Al-Bahrul-Masjur (laut yang di dalamnya ada api)”. Yakni laut yang tertahan dari banjir. Karena jika laut itu terlepas, maka ia akan menenggelamkan semua yang ada pada atas bumi. Sehingga, hewan dan tumbuh-tumbuhan semuanya akan habis musnah. Maka, rusaklah aturan alam dan tidaklah ada hikmah alam ini tercipta.

Apa Pendapat Ulama Tentang Fenomena Api dan air Laut?
sebagian dari ulama berpendapat dan menetapkan, bahwa lapisan bumi yang keseluruhannya itu seperti semangka dan kulitnya seperti kulit semangka. itu artinya bahwa, perbandingan kulit bumi dan api yaitu terdapat dalam kulitnya, seperti kulit semangka dengan isinya yang di makan. oleh sebab itu, sekarang kita sebenarnya berada di atas api yang besar, yakni pada di laut atau daratan yang sebenarnya berada pada bawah kita adalah penuh dengan api dan laut,yang telah tertutupi dengan kulit bumi dari segala penjurunya.

Menurut Jumhur bahwa maksud dalam ayat ini adalah laut bumi. Akan tetapi, mereka pendapat yang berbeda dalam kata “masjur”, salah satu pendapatnya adalah berarti: Api yang dinyalakan pada hari Kiamat. seperti dalam Al-quran:

وَاِذَا الۡبِحَارُ فُجِّرَتۡ

Artinya: Dan apabila lautan dijadikan meluap. (Al-Infitar [82]: 3)

Fakta Ilmiah Fenomena Api Pada Dasar Air Laut
Fenomena api pada dasar air laut ini, mulai terbukti secara ilmiah. Ketika dua ahli geologi berkebangsaan Rusia, Anatol Sbagovich dan Yuvi Bagdanov bersama rekannya ilmuwan Amerika Serikat (As) Rona Clint. Mereka telah meneliti tentang kerak bumi dan patahannya yang berada pada dasar laut. Pertengahan tahun 1990-an, mereka menyelam pada dasar laut menggunakan kapal selam sedalam 1.750 km lepas pantai Miami. Pada darat laut itulah mereka terkejut dengan fenomena aliran air yang sangat panas mengalir pada arah retakan batu. Pada aliran air itu bersama dengan semburan lava cair panas yang menyembur layaknya api pada daratan, serta debu vulkanikyang ikut layaknya asap kebakaran. Panas suhu api vulkanis dalam air tersebut mencapai 231 derajat celcius.

Fenomena alam yang terjadi adalah akibat aliran lava vulkanis yang terjadi pada dasar laut seperti halnya gunung api pada daratan. Para ilmuwan menemukan lebih banyak lagi gunung api aktif pada bawah laut, yang tersebar pada seluruh lautan. Selain itu , penjelasan terkait fenomena ini juga muncul. ketika itu, para peneliti turun dan menyelam ke dasar laut dan samudera, dalam rangka mencari alternatif berbagai barang tambang. Para Ilmuwan tersebut terkejutkan dengan rangkaian gunung berapi (volcanic mountain chain)’yang membentang berpuluh-puluh ribu kilometer pada tengah-tengah seluruh samudera bumi. Kemudian mereka sebut sebagai “gunung-gunung tengah samudera”. Rangkaian gunung-gunung tengah samudera ini sebagian besar terdiri dari bebatuan berapi (volcanic rocks); yang dapat meledak layaknya ledakan gunung berapi yang dahsyat melalui sebuah jaring retak yang sangat besar.